STARFRUIT PLANTATION || Perkebunan Belimbing

  • Biosite
  • 02-05-2025
  • 209 dilihat

Located in Ngringinrejo Village, this area spans approximately 19.3 hectares and is managed by 80 local farmers who cultivate the honey starfruit variety. Since 1984, the community has transitioned from relying on secondary crop farming to focusing on starfruit farming. This change was prompted by the frequent crop failures caused by flooding. Although the land is fertile due to the nutrientrich alluvium deposits from the river of Bengawan Solo, it has often been damaged by floods. As a result, this area has successfully evolved into an attractive and sustainable agro-tourism destination managed independently by the local community


Perkebunan Belimbing (Starfruit Plantation) di Desa Ngringinrejo menempati lahan seluas ±19,3 hektar yang dikelola oleh sekitar 80 petani, dengan varietas utama belimbing madu. Secara geologi, kawasan ini dipengaruhi oleh endapan aluvial Bengawan Solo yang membentuk tanah subur, sehingga cocok untuk budidaya hortikultura. Sejak awal 1980-an, masyarakat yang semula menanam palawija mulai beralih ke belimbing pada tahun 1984 sebagai respon terhadap kegagalan panen dan risiko banjir di bantaran Bengawan Solo, yang sekaligus memperkuat ekonomi desa. Kawasan ini kini berkembang sebagai agrowisata berbasis masyarakat, menjadi contoh harmoni antara pemanfaatan sumber daya alam, nilai konservasi, dan keberlanjutan ekonomi lokal

Aksesibilitas
Geopark Bojonegoro
Pembaca Teks

Tampilan