Wonocolo, Laboratorium Geologi Minyak Tertua di Indonesia: Dari Penemuan Belanda hingga Geliat Tambang Rakyat

  • Informasi Umum
  • 19-11-2025
  • 193 dilihat

Desa Wonocolo di Kabupaten Bojonegoro, yang dikenal sebagai salah satu lokasi penemuan minyak tertua di Indonesia, kini menjadi daya tarik unik. Kawasan ini bukan hanya saksi bisu sejarah eksploitasi minyak sejak era kolonial Belanda, tetapi juga berfungsi sebagai laboratorium geologi alam yang menyajikan secara lengkap lima aspek penting dari Sistem Petroleum (Petroleum System).

Laboratorium Geologi Alam yang Komplet

Keistimewaan Wonocolo terletak pada keterbukaan formasi geologinya. Menurut Saiful, salah satu pengurus di lokasi tersebut, wisatawan dan peneliti dapat melihat langsung dan bahkan mempraktikkan penambangan manual tradisional. Bagi kalangan akademisi, Wonocolo menawarkan materi studi yang tak tertandingi karena seluruh singkapan batuan yang mendukung sistem petroleum terekspos jelas.

Sistem Petroleum, yang merupakan kunci ditemukannya minyak dan gas bumi di bawah tanah, mencakup lima aspek:

1.      Batuan Induk (Source Rock): Tempat sisa-sisa organisme purba dimasak menjadi minyak dan gas akibat tekanan dan suhu tinggi.

2.      Batuan Reservoir (Reservoir Rock): Batuan berpori (seperti batu pasir atau batu gamping) tempat minyak dan gas tersimpan layaknya spons.

3.      Batuan Tudung (Seal/Cap Rock): Lapisan batuan padat dan kedap air (seperti marl) yang berfungsi mengunci minyak agar tidak lolos ke permukaan.

4.      Perangkap (Trap): Struktur geologi yang menyebabkan minyak dan gas terakumulasi, dalam hal ini berupa struktur lipatan Antiklin Kawengan yang terlihat jelas di Wonocolo.

5.      Jalur Migrasi (Migration Pathway): Celah-celah batuan yang menjadi jalur pergerakan minyak dari Batuan Induk ke Batuan Reservoir dan terperangkap.

Di Wonocolo, Batuan Formasi Wonocolo sendiri bertindak ganda sebagai batuan reservoir maupun batuan penutup (seal), yang memungkinkan minyak terperangkap di bawahnya. Fenomena rembesan minyak yang pertama kali ditemukan Belanda adalah bukti adanya kebocoran alami pada lapisan penutup tersebut.

Jejak Sejarah dan Struktur Geologi

Sejarah perminyakan di Wonocolo sudah dimulai sejak tahun 1868 ketika rembesan minyak pertama kali ditemukan. Eksploitasi secara resmi oleh Belanda baru dimulai pada tahun 1894, menjadikannya salah satu yang tertua setelah Cepu (1893).

Fenomena geologi utama di Wonocolo adalah struktur Antiklinoria Rembang, di mana Wonocolo berada tepat di puncak salah satu puncaknya, yaitu Antiklin Wonocolo. Formasi ini terbentuk sekitar 3 hingga 10 juta tahun yang lalu akibat pergerakan tektonik dari selatan Jawa, yang menyebabkan lapisan sedimen yang awalnya rata terlipat membentuk cembungan.

Minyak dan gas yang terbentuk puluhan juta tahun yang lalu (sekitar 20–40 juta tahun) di lapisan yang lebih dalam, seperti Formasi Ngerayong atau Kujung, bermigrasi dan terperangkap di puncak antiklin ini, menjadikannya target pengeboran yang paling mudah diakses di masa lalu.

Dinamika Penambangan Rakyat dan Tantangan Saat Ini

Saat ini, sekitar 80% warga Desa Wonocolo masih menggantungkan hidupnya pada aktivitas penambangan minyak tradisional yang dilakukan secara manual.

Masa keemasan penambangan terjadi sekitar tahun 2010 hingga 2013, di mana satu sumur aktif mampu memproduksi minyak mentah hingga 25.000 liter per hari. Namun, produksi kini anjlok drastis, rata-rata hanya menghasilkan 200 hingga 5.000 liter per hari per sumur, dengan kedalaman sumur mencapai 380 meter.

Pengelolaan minyak hasil tambang rakyat saat ini diurus oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yang bertindak sebagai jembatan antara masyarakat dan Pertamina dalam hal harga jual yang merujuk pada harga minyak dunia.

Dalam upaya meningkatkan produksi di tengah penurunan hasil, para penambang seringkali mencari investor untuk melakukan servis sumur, terutama untuk pendalaman. Uniknya, di samping interpretasi geologi, penentuan titik pengeboran baru di wilayah terbatas 10 hektare di puncak antiklin Wonocolo, masih diwarnai dengan tradisi mistik dengan melibatkan orang pintar untuk mencari lokasi sumur.

Gas alam yang dahulu keluar bersama minyak dari sumur sempat dimanfaatkan, di mana gas dari sumur Pertamina disalurkan ke rumah-rumah warga untuk memasak.

Wonocolo kini menawarkan paket wisata edukasi yang memungkinkan pengunjung melihat langsung proses penambangan tradisional yang unik serta belajar geologi di "laboratorium" alam tersebut.

 

Lengkapnya anda bisa ikuti di Geocast (Geopark Podcast) : https://youtu.be/jERxXQyJfNs?si=ooXpT6hAUpeczlf_

Aksesibilitas
Geopark Bojonegoro
Pembaca Teks

Tampilan