C-01 SAMIN VILLAGE OF MARGOMULYO

  • Culturesite
  • 04-05-2025
  • 20 dilihat

The Samin people, also known as Sedulur Singkep, have established a community in Jipang sub-village, located in Margomulyo Village. They have inherited the teachings of Samin Surosentiko, which emphasize values such as honesty, simplicity, brotherhood, and mutual respect. Although they have adapted their customary and spiritual traditions-such as fasting and the Gumbregan ritual to the modern environment, these practices remain an important part of their culture. The community actively participates in education and socio-cultural activities. Their cultural expressions, including gamelan performances, have become popular tourist attractions. Additionally, the community is known for producing Obor Sewu batik. Each year, the government of Bojonegoro Regency hosts the Samin Festival to celebrate their heritage


Masyarakat Samin, yang juga dikenal sebagai Sedulur Sikep, telah membangun komunitas di Dusun Jipang, yang terletak di Desa Margomulyo. Mereka mewarisi ajaran Samin Surosentiko yang menekankan nilai-nilai seperti kejujuran, kesederhanaan, persaudaraan, dan rasa saling menghormati. Meskipun mereka telah mengadaptasi tradisi adat dan spiritual mereka—seperti puasa dan ritual Gumbregan—ke dalam lingkungan modern, praktik-praktik tersebut tetap menjadi bagian penting dari budaya mereka. Masyarakat ini berpartisipasi aktif dalam kegiatan pendidikan dan sosial-budaya. Ekspresi budaya mereka, termasuk pertunjukan gamelan, telah menjadi daya tarik wisata yang populer. Selain itu, komunitas ini dikenal sebagai penghasil batik Obor Sewu. Setiap tahun, pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyelenggarakan Festival Samin untuk merayakan warisan budaya mereka

Aksesibilitas
Geopark Bojonegoro
Pembaca Teks

Tampilan