G-07 Geoarkeologi Matar

  • Geosite
  • 14-05-2025
  • 87 dilihat

Riverbed deposits in the Matar area of Margomulyo District contain fossils of various Late Pleistocene vertebrates, including ancient elephants (Stegodon trigonocephalus), rhinoceroses, wild buffalo, deer, and crocodiles. Within these alluvial layers, stone artifacts in the form of flake tool fragments were also discovered, indicating early human activity along the banks of the Bengawan Solo River. These artifacts show similarities to those found at the Ngandong and Sangiran sites, suggesting that prehistoric people in Bojonegoro lived during the same period. These findings highlight the close relationship between natural evolution, animal life, and the development of early human culture in this region.

Endapan undak sungai di daerah Matar, Kecamatan Margomulyo, mengandung fosil berbagai vertebrata dari Pleistosen Akhir, termasuk gajah purba (Stegodon trigonocephalus), badak, kerbau liar, rusa, dan buaya. Di antara lapisan aluvial ini, ditemukan juga artefak batu berupa fragmen alat serpih, yang menunjukkan aktivitas manusia purba di sepanjang tepi Sungai Bengawan Solo. Artefak ini menunjukkan kesamaan dengan yang ditemukan di situs Ngandong dan Sangiran, yang menunjukkan bahwa manusia purba di Bojonegoro hidup pada periode yang sama. Temuan ini memperlihatkan hubungan erat antara evolusi alam, kehidupan hewan, dan perkembangan budaya manusia purba di wilayah ini.

Aksesibilitas
Geopark Bojonegoro
Pembaca Teks

Tampilan