Darurat Sampah dan Bangkai Sapi di Bendung Gerak Bojonegoro: Potret Buram Konservasi Sungai

  • Informasi Umum
  • 28-12-2025
  • 87 dilihat
Bojonegoro, 28 Desember 2025 – Kondisi memprihatinkan melanda kawasan Bendung Gerak di Ngeringinrejo, Bojonegoro. Pasca hujan deras yang mengguyur wilayah hulu, tumpukan sampah dalam skala masif serta bangkai ternak ditemukan menyumbat pintu-pintu air bendungan, menciptakan pemandangan yang miris sekaligus ancaman bagi ekosistem sungai.
Penemuan Bangkai Sapi dan Lautan Sampah
Berdasarkan laporan dari relawan Meander Ranger (program konservasi di Geopark Bojonegoro), ditemukan satu ekor bangkai sapi perah yang tersangkut di pintu air dalam kondisi membengkak. Kondisi bangkai tersebut diperkirakan sudah hanyut selama beberapa hari hingga menimbulkan bau yang sangat menyengat di sekitar area bendungan.
Selain bangkai ternak, badan sungai hampir sepenuhnya tertutup oleh material sampah yang didominasi oleh:
 1. Rumpun Bambu dan Kayu: Diduga berasal dari bantaran sungai yang longsor atau mati di wilayah hulu seperti Ngawi, Cepu, dan Padangan.
 2. Sampah Rumah Tangga: Ditemukan barang-barang seperti kasur yang jelas merupakan hasil pembuangan sengaja oleh warga ke aliran sungai.
Fenomena Tahunan yang Mengkhawatirkan
Menurut penuturan warga dan relawan setempat, fenomena ini hampir selalu terjadi setiap memasuki musim hujan saat debit air meningkat. Meskipun kali ini hanya ditemukan satu bangkai sapi, pada masa lalu—terutama saat wabah PMK—petugas bisa menemukan hingga sembilan ekor bangkai sapi setiap harinya yang sengaja dibuang oleh pemiliknya ke sungai karena enggan menguburkannya.
Keberadaan Bendung Gerak memang berfungsi sebagai pengendali air, namun di sisi lain, bangunan ini menjadi tempat berkumpulnya segala jenis limbah kiriman dari hulu yang tidak bisa langsung mengalir bebas ke hilir.
Dampak Lingkungan dan Penanganan
Tumpukan sampah yang masif, terutama jika didominasi eceng gondok atau limbah, dapat mengakibatkan kurangnya oksigen dalam air yang membuat biota sungai menjadi mati. Selain itu, polusi bau sangat mengganggu kenyamanan masyarakat di sekitar bantaran sungai. Penanganan sampah seringkali membutuhkan alat berat seperti excavator long arm untuk membersihkan material kayu dan bambu yang menyumbat.
Saat ini, warga dan relawan berharap adanya tindakan segera dari pihak berwenang untuk melakukan pembersihan agar limbah tersebut tidak semakin merusak kualitas air Bengawan Solo, yang sebelumnya juga pernah tercemar limbah tekstil dan minyak.
Seruan Konservasi
Melalui program Meander Ranger, komunitas lokal terus berupaya menyuarakan pentingnya roh konservasi di wilayah Geopark Bojonegoro. Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat di sepanjang bantaran sungai untuk berhenti menjadikan Bengawan Solo sebagai tempat pembuangan sampah maupun bangkai ternak.
Tonton video selengkapnya di sini: https://www.youtube.com/watch?v=n7fFiv8KwLQ


Aksesibilitas
Geopark Bojonegoro
Pembaca Teks

Tampilan